Olahraga Renang

Renang (olahraga)

Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
Renang
11th FINA World Championships.JPG
Induk organisasiFederasi Renang Internasional (FINA)
Karakteristik
KategoriAkuatik
Keberadaan
Olimpiadesejak 1896
Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenangGaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebasgaya kupu-kupugaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. Pemenang babak penyisihan maju ke babak semifinal, dan pemenang semifinal maju ke babak final.
Bersama-sama dengan loncat indahrenang indahrenang perairan terbuka, dan polo air, peraturan perlombaan renang ditetapkan oleh badan dunia bernama Federasi Renang Internasional (FINA). Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah induk organisasi cabang olahraga renang di Indonesia.
Renang 100 yard di Olimpiade St. Louis 1904.
Renang menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan sejak Olimpiade Athena 1896. Nomor renang putri dilombakan sejak Olimpiade Stockholm 1912. Pada 1902, Richard Cavill memperkenalkan renang gaya bebasFederasi Renang Internasional dibentuk pada 1908Gaya kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Pada awalnya, gaya kupu-kupu merupakan variasi gaya dada sebelum dianggap sebagai gaya renang tersendiri pada 1952.
Di Hindia Belanda, Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) didirikan pada 1917. Pada tahun berikutnya didirikan Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java Zwembond), dan Perserikatan Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) didirikan pada 1927. Sejak itu pula perlombaan renang antardaerah mulai sering diadakan. Rekor dalam kejuaraan-kejuaraan tersebut juga dicatatkan sebagai rekor di Belanda.
Pada 1936, perenang Hindia Belanda bernama Pet Stam mencatat rekor 59,9 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas Bandung. Pet Stam dikirim sebagai wakil Belanda di Olimpiade Berlin 1936. Persatuan Berenang Seluruh Indonesia didirikan 21 Maret 1951, dan sebagai anggota Federasi Renang Internasional sejak tahun berikutnya. Perenang Indonesia ikut berlomba dalam Olimpiade Helsinki 1952.
Teknik Dasar Renang

1. Teknik Pernapasan

Kemampuan mengatur napas adalah kunci keberhasilan seorang perenang. Untuk melatihnya, berdirilah di tepi kolam dengan rendah dan wajah berada di atas permukaan air. Tarik napas melalui mulut, tahanlah selama beberapa saat. Masukkan kepala ke dalam air, lalu embuskan napas melaui hidung.
Latihan pernapasan ini sebaiknya Anda lakukan sebanyak 10 hingga 15 kali setiap selesai melakukan gerakan atau latihan. Ulangi latihan tersebut secara rutin sampai Anda menemukan irama sendiri.

2. Teknik Mengapung

Kunci untuk belajar mengapung atau mengambang adalah tubuh harus rileks dan tidak panik. Ada dua posisi mengapung yang perlu Anda kuasai, yaitu mengambang dalam posisi telentang dan mengambang berdiri.
Untuk mengapung telentang, berdirilah dengan kaki menginjak dasar kolam dan kepala menghadap ke atas. Pegang tepi kolam, tarik badan ke belakang secara perlahan dengan posisi tangan lurus sampai telinga terendam air. Lakukan 10–15 kali sampai Anda menemukan posisi seimbang yang pas.
Teknik mengapung berdiri dilakukan dengan menyelam ke dalam air sambil tangan tetap berpegangan pada tepi kolam. Tarik napas dalam-dalam dan tahan, lalu dorong badan Anda menjauhi kolam sambil menggerakkan kaki seperti saat berenang gaya dada dan tangan seperti ayam mengepakkan sayap.

3. Teknik Meluncur

Meluncur adalah menggerakkan tubuh secara horizontal di bawah permukaan air. Untuk melakukannya, turunlah ke kolam yang dangkal dan berdirilah dengan membelakangi dinding kolam. Tempelkan salah satu telapak kaki ke dinding tepi kolam dengan jari-jari ke arah bawah sebagai tolakan untuk meluncur.
Doronglah badan menggunakan kaki tersebut dan meluncurlah sejauh mungkin dengan kedua tangan lurus sejajar ke arah depan. Usahakan agar posisi kepala masuk ke dalam air sehingga telinga sejajar dengan lengan. Lakukan latihan ini sebanyak 10 hingga 15 kali sampai Anda menemukan keseimbangan.
Macam-Macam Gaya Renang

1. Gaya Renang Dada

Dalam istilah dunia internasional, renang gaya dada disebut sebagai breaststroke swim. Gaya Renang dada ialah sebuah teknik renang hampir mirip dengan hewan katak saat berenang, jadi gaya ini juga dinamakan dengan gaya katak. Kecepatan pada gaya dada lebih rendah daripada dengan gaya bebas, tetapi gaya ini cocok dilakukan oleh orang yang ingin berenang secara santai.
Teknik pada gaya dada adalah berenang dengan posisi dada menghadap pada permukaan air, tetapi batang tubuh selalu dengan keadaan tetap. Kedua belah kaki akan menendang ke arah luar sedangkan kedua belah tangan meluruskan di depan.
Kedua belah tangan membuka ke samping seperti terjadi gerakan membelah air supaya badan akan maju lebih cepat ke depan. Melakukan pernapasan ketika mulut berada pada permukaan air, sesudah satu kali gerakan tangan-kaki atau dengan dua kali gerakan tangan-kaki.
Posisi pada tubuh stabil dan kepala bisa berada di luar air dengan waktu yang lama. Gaya dada serta gaya bebas pada kedua gaya renang ini yang biasanya menjadi pelajaran pertama kali bagi perenang pemula.

2. Gaya Bebas

Gaya bebas merupakan gaya renang yang sangat umum karena tidak melakukan gaya tertentu. Dalam istilah dunia internasional, teknik renang pada gaya bebas disebut sebagai freestyle swim.
Teknik pada gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap pada permukaan air. Keduanya membelah lengan dengan bergantian digerakkan jauh menuju depan dan dilakukan gerakan mengayuh, selain itu kedua belah kaki dengan bergantian dicambukkan naik turun ke atas juga ke bawah.
Saat berenang, posisi wajah harus menghadap pada permukaan air. Melakukan pernapasan saat lengan digerakkan keluar pada air, ketika tubuh menjadi miring lalu kepala berpaling ke samping. Waktu mengambil napas, perenang harus dapat memilih untuk menoleh ke kiri ataupun ke kanan.
Daripada gaya berenang lain, gaya bebas adalah gaya renang yang dapat membuat tubuh melaju lebih cepat dari air.

3. Gaya Punggung

Gaya punggung merupakan salah satu jenis dari gaya renang yang juga diperlombakan secara resmi pada Olimpiade dan lomba internasional lain. Dalam istilah dunia internasional, teknik renang gaya punggung disebut sebagai backstroke.
Teknik pada gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung akan menghadap di permukaan air. Pada Gerakan kaki juga tangan sama persis dengan gaya bebas, akan tetapi dengan posisi tubuh terlentang pada permukaan air.
Kedua belah tangan dengan bergantian akan digerakkan menuju pinggang seperti halnya gerakan mengayuh. Mulut dan hidung ada di luar air jadi mudah waktu mengambil atau membuang napas menggunakan mulut atau hidung.
Pada saat berenang gaya punggung, posisi wajah ada di atas air jadi perenang hanya akan melihat atas dan tidak dapat melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang akan memperkirakan sendiri dinding tepi kolam dengan cara menghitung jumlah gerakan.

4. Gaya Kupu-Kupu

Gaya kupu-kupu adalah gaya renang baru yang dipertandingan saat lomba renang sebab telah resmi diakui pada tahun 1933. Teknik gaya ini pun dikenal sebagai gaya lumba-lumba. Dalam istilah dunia internasional, gaya kupu-kupu disebut dengan butterfly stroke.
Teknik renang pada gaya kupu-kupu adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke bawah, dan kedua belah lengan dengan bersamaan ditekan ke bawah, ke belakang dan lalu digerakkan ke arah luar sebelum mengayunkan lagi ke depan di atas permukaan air.
Pada waktu tarikan tangan menuju belakang, kedua belah kaki dengan bersamaan juga menekan ke bawah. Nah melakukan Gerakan kaki dan tangan ini untuk mendorong badan bergerak ke depan (ke atas permukaan air dalam mengambil nafas). Saat kepala masuk kembali di dalam air, tangan juga ikut masuk, lalu kaki kembali menekan ke bawah.
Dibandingkan pada gaya berenang lain, gaya kupu-kupu ini membutuhkan kekuatan yang besar dari perenang. Kecepatan renang pada gaya kupu-kupu diperoleh dari ayunan kedua belah tangan juga dorongan kaki dengan bersamaan. Ketepatan irama menjadi penting dalam gaya kupu-kupu.

Komentar